Powered by 123ContactForm | Report abuse
Tampilkan postingan dengan label My Contact. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Contact. Tampilkan semua postingan
Powered by 123ContactForm | Report abuse
HTI-Press. Penguasa sekuler Indonesia memang benar-benar tidak sungguh-sungguh menjaga nyawa rakyatnya. Meskipun sudah dipastikan kecelakaan akan meningkat dalam ‘ mudik lebaran, pemerintah tidak melakukan tindakan yang nyata untuk menghentikan ‘pembunuhan masal ini. Hasilnya, hanya dalam beberapa hari ,kembali terulang 820 nyawa melayang selama mudik lebaran.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melaporkan jumlah kecelakaan lalu lintas nasional hingga pukul 07.00 kemarin mencapai 4.700 kasus dengan total korban meninggal dunia 820 jiwa. Jumlah itu naik hampir 100 orang jika dibandingkan dengan sehari sebelumnya.
Korban luka berat tercatat 1.366 orang dan 4.474 orang mengalami luka ringan. “Kerugian materi dari rekapitulasi data kecelakaan nasional mencapai total Rp8,95 miliar,” ungkap Ketua Posko Tingkat Nasional Angkutan Lebaran Terpadu 2012 Djoko Sasono, di Jakarta, kemarin (25/8).
Fakta tentang rencana ketahanan pangan
Sebulan terakhir kembali digembar-gemborkan tentang proyek pemerintah mengenai ketahanan pangan. Berulang kali Presiden SBY melakukan selebrasi mengenai keberhasilan atas panen demi menggapai posisi Indonesia menjadi salah satu sumber pangan dunia.
Data BPS:
Provinsi
|
Jenis Tanaman
|
Tahun
|
Luas Panen(Ha)
|
Produktivitas(Ku/Ha)
|
Produksi(Ton)
|
| Indonesia | Padi | 2006 |
11 786 430
|
46,20
|
54 454 937
|
| Indonesia | Padi | 2007 |
12 147 637
|
47,05
|
57 157 435
|
| Indonesia | Padi | 2008 |
12 327 425
|
48,94
|
60 325 925
|
| Indonesia | Padi | 2009 |
12 883 576
|
49,99
|
64 398 890
|
| Indonesia | Padi | 2010 |
13 253 450
|
50,15
|
66 469 394
|
| Indonesia | Padi | 2011 |
13 224 379
|
49,44
|
65 385 183
|
Sedangkan Impor Beras sebagai kebutuhan pokok belum memadai.Dimana volume surplus beras secara nasional hanya 4,1 juta ton. Padahal konsumsi beras dalam sebulan mencapai 2,7 juta ton. Artinya surplus beras hanya mampu untuk bertahan selama 2-3 bulan.
Widjajono heran dengan kultur masyarakat Indonesia yang justru bangga dengan jumlah mobil yang banyak meskipun bahan bakarnya masih disubsidi. “Mobil di Singapura itu 5 tahun ganti, tapi di Indonesia malah bangga mobil tambah meskipun BBM-nya disubsidi,” pungkasnya (detikFinance.com, 30/3/12).
Lebih dari itu, negara ini juga pas disebut negara aneh. Pasalnya memang banyak keanehan dalam pengaturan negara ini. Berikut sebagian diantara keanehan yang terjadi di negeri ini:
“Alokasi anggaran untuk Pemeliharaan Rumah Jabatan Anggota Dan Wisma Peristirahatan DPR RI untuk 2011 sebesar Rp50.3 miliar (50.350.972.000), dan untuk anggaran 2012 sebesar Rp98 miliar (98.023.096.000),” kata Koordinator investigasi dan advokasi Fitra Uchok Sky Khadafi, dalam siaran pers, Selasa (10/4).
Uchok menambahkan alokasi anggaran pemeliharaan rumah jabatan anggota dan wisma peristirahatan DPR pada 2012 sebesar Rp98 miliar dipergunakan untuk registrasi kegiatan sebesar Rp2,9 miliar. Alokasi anggaran untuk registrasi dinilai sangat tidak masuk akal.
Hampir semua elit bangsa kita telah tersesat pikirannya selama berpuluh-puluh tahun tentang segala sesuatu yang ada kaitannya dengan kebijakan dalam menentukan harga BBM.
Mereka mengatakan bahwa kalau harga minyak mentah di pasar internasional lebih tinggi dari harga minyak mentah yang terkandung dalam bensin premium, pemerintah Indonesia memberi subsidi kepada rakyatnya. “Subsidi” yang mereka artikan sama dengan uang tunai yang harus dikeluarkan oleh pemerintah. Karena jumlahnya besar, uang tunai ini tidak dimiliki oleh pemerintah, sehingga APBN jebol.
Dengan angka-angka dikatakan bahwa dalam hal :
• Harga minyak Indonesia di pasar internasionl, Indonesian Crude Price (ICP) USD 105 per barrel;
• Lifting minyak Indonesia 930.000 barrel per hari;
• Konsumsi BBM rakyat Indonesia 63 juta kiloliter per tahun;
• dan beberapa asumsi lainnya,
• Lifting minyak Indonesia 930.000 barrel per hari;
• Konsumsi BBM rakyat Indonesia 63 juta kiloliter per tahun;
• dan beberapa asumsi lainnya,
Sebenarnya apa saja fakta dibalik melambungnya harga minyak? dan perlu diketahui apakah benar anggaran pemeirintah 'jebol'?
Direktur Pengendalian Produksi BP Migas, Rudi Rubiandini menilai kenaikan harga minyak disisi lain memberikan keuntungan disektor hulu.
"Ada beberapa fakta sebenarnya dari kenaikan harga minyak dunia. Apa saja?," ungkap Rudi kepada detikFinance di Jakarta, Senin (26/3/2012).
Fakta-fakta tersebut seperti disebutkan Rudi yakni :
Pertamina memperoleh hasil penjualan BBM premium Rp 283,5 triliun.
Pertamina harus impor dari Pasar Internasional Rp 149,887 triliun.
Pertamina membeli dari Pemerintah Rp 224,546 triliun dari ICP.
Pertamina mengeluarkan uang untuk LRT Rp 35,658 triliun.
Jumlah pengeluaran Pertamina Rp 410,091 triliun.
Pertamina kekurangan uang, maka pemerintah yang membayar subsidi ini.
Adapun sambung Rudi untuk menghitung nilai subsidi yakni pertama adalah dari jumlah pengeluaran Pertamina sebesar Rp 410,091 triliun. Jika dilihat dari pengeluaran Pertamina (Rp 410,091 triliun) menyalurkan BBM subsidi dikurang penerimaan Pertamina menjual Premium Rp 283,5 triliun maka hasil yang didapat adalah Rp 126,591 triliun.
Langganan:
Postingan (Atom)
Follow me
Translater
My Statistic
Followers
Label
Ummah Problems
(27)
Dakwah n' Khilafah
(19)
It's All About International University
(18)
Muslim/ah
(17)
My Article
(17)
4Teen
(16)
Muhasabah
(13)
My Contact
(9)
News
(9)
Open your Eyes
(8)
Aqidah
(6)
Conspiration
(4)
Motivation
(3)
Tips n Share
(2)
All Music
(1)
Gallery
(1)
Inilah proposal hidupku...
(1)
Muslimpreuneur
(1)
Napak Tilas
(1)
Blog Archieve
Popular Posts
Diberdayakan oleh Blogger.