Thinking Is Power !

[D'Rise-#14] Yang namanya kemalasan itu nggak ubahnya seperti monster menyeramkan yang berwujud peri manis yang baik hati. Atau bisa juga kayak serigala bebulu domba. Atau bisa juga seperti musuh dalam selimut. Yaaa, apa aja bolehlah, yang pasti kemalasan sebenarnya adalah suatu hal yang mengerikan, tapi berkamuflase menjadi hal yang menyenangkan. Banyak kawan kita yang tertipu oleh kemalasan ini. Atau jangan-jangan kita sendiri yang udah tertipu olehnya? Wahhh… berabe tuh urusannya!



Generasi Instan Pemuja Kesenangan

Remaja-remaji hari ini makin doyan sama hal-hal yang ringan dan menyenangkan. Imej-imej seperti santai, gaul, funky, cuek, dan urakan melekat erat di tubuh mereka. Ini bukan gosip lho. Tapi fakta yang bisa kita tengok dari kegiatan harian mereka. Diantaranya,
Yang pertama, remaja seneng banget main video game. Ada banyak banget bentuk video game yang bisa kita nikmati. Ada Playstation, Sega, XBOX, Nintendo, atau game online. Apalagi dengan tampilan grafis yang semakin hari semakin bagus, para gamer akan semakin betah duduk berlama-lama di hadapan layar. Mereka penasaran dengan apa yang akan terjadi pada level selanjutnya dan bagaimana tamatnya game itu. Perhatian dan konsentrasi tecurah kepada video game, dan membuat lupa dengan banyak hal lain, termasuk makan, belajar, dan bahkan solat!



Yang kedua adalah budaya gaul bebas dan pacaran. Dua hal ini adalah penyakit akut remaja yang susah banget nyembuhinnya. Banyak yang bilang pacaran bisa meningkatkan semangat belajar, padahal kenyataannya nggak kaya gitu. Orang pacaran mana inget belajar?? Yang disenengin orang pacaran kan jalan-jalan di mal bareng pacar, nonton bioskop, makan-makan, mejeng, sampe seks bebas. Apalagi kalo udah giliran putus cinta, udah males deh ngapa-ngapain. Bawaannya suntuk dan lesu melulu, mana ada orang yang semangat kalo lagi patah hati??


Yang ketiga adalah gaya hidup snobis (gila belanja) dan borju. Gaya hidup model begini emang hanya bisa diamalkan oleh anak-anak konglomerat. Isi kepala mereka Cuma bagaimana caranya untuk meng-update gaya dengan fashion model baru. Gonta-ganti mobil atau gonta-ganti motor. Sibuk banget modif-modif tunggangan sampe lupa sama yang lain. Tiap hari jalan ke mal untuk hunting berbagai produk kecantikan, fashion, dan aksesoris lainnya. Menghabiskan waktu untuk mempercantik diri pun jadi agenda utama. Akibatnya, remaja menjadi malas untuk memikirkan hal lain yang lebih penting. Menurut survey TRESemme di Inggris disebutkan bahwa perempuan menghabiskan banyak uang melebihi apa yang mereka pikirkan untuk mempercantik rambut mereka. menurut penelitian ini rata-rata perempuan inggris menghabiskan sekitar 27.722,52 Pound Sterling (Rp. 388.115.280 kalau 1 Pound sama dengan Rp. 14.000) hanya untuk rambut dalam hidup mereka.
Yang keempat yang bikin remaja jadi malas adalah narkoba, dan minuman keras. Dua barang haram ini udah sukses memorak-porandakan masa depan remaja. Di Amerika rata-rata sebanyak 58 miliar Dolar dihabiskan remaja untuk mabuk-mabukan setiap tahun. Sebanyak 40 persen dari jumlah remaja Amerika yang mulai mabuk sejak umur 13 tahun atau lebih muda cenderung untuk bergantung kepada alkohol dalam hidup mereka. Bahkan banyak remaja Amerika yang menyatakan bahwa narkoba telah disimpan, dijual, dan digunakan di sekolah mereka. dan sekitar 1,8 juta remaja usia 12 tahun di Amerika adalah pengguna kokain.
Yang kelima yang nggak kalah membahayakan bagi remaja adalah pornografi. Pornografi bukan Cuma akan membuat malah mikir, tapi juga akan menyebabkan kerusakan otak. Sementara itu penyedia kepornoan semakin merajalela. The US Costumes Service memperkirakan bahwa ada sekitar 100.000 situs yang menawarkan pornografi anak. LA Times Magazine menyebutkan bahwa Hollywood memproduksi 11.000 film porno pertahun. Rata-rata sebanyak 83% remaja di Amerika memilih konten porno di chanel tv mereka.
Kalau remaja terus-terusan dicekoki kampanye kegiatan di atas, pastilah masa depan umat akan suram. Dan ketika waktunya tiba, umat akan kehilangan generasi unggulan. Dan hasilnya, lahirnya generasi instan yang cuman ngejar fun, food, and fashion!


Lets Think!
Lahirnya remaja “instant” merupakan harga mahal yang harus dibayar akibat berkiblat pada budaya Barat. Menurut Psikolog remaja, Bu Inna Mutmainah, gaya hidup masyarakat Barat yang memuja kesenangan akan membentuk pola sikap dan pola pikir remaja yang pengen serba instant alias cepat. Yang kepikiran cuma hasilnya, nggak mau capek-capek jalanin prosesnya. Kalo perlu, menghalalkan segala cara. Waduh!
Kalo pengen makan, yang penting kenyang dan memanjakan lidah. Nggak peduli dengan kualitas makanan apa sehat atau halal. Kalo lagi terangsang akibat pornografi dan pornoaksi, cari pelampiasan yang cepat. Ini yang menggiring remaja ke jurang budaya seks bebas. Kalo lagi hadapi masalah, cari jalan pintas biar cepet tuntas. Kalo perlu dengan kekerasan seperti yang dilihatnya di video-video game. Saat Ujian Nasional di depan mata, yang kepikiran cara dapetin bocoran soal dan jawaban. Untuk meraih kemewahan, kecantikan, dan popularitas impiannya, rela ngapain aja meski harus mengorbankan martabat atau mengumbar aurat. Boro-boro mikirin masa depan, yang penting setiap kebutuhan terpenuhi dengan mudah dan cepat. Persis kaya masak mie intant, 3 menit jadi!
Driser, semua hal yang udah kita bahas di atas sangat berkontribusi besar pada tingkat kemalasan berpikir dan kemalasan bertindak bagi remaja. Kalo semua kebutuhan dan keinginan pengennya dipenuhi dengan cepat, mudah, dan menghalalkan segala cara, apa bedanya kita dengan binatang. Padahal yang membedakan kita dengan kucing, ayam, tikus, atau anjing adalah akal alias kemampuan berpikir yang Allah anugerahkan pada manusia. Masa iya kita rela membiarkan otak yang menghiasi isi kepala kita tetep original alias jarang dipake? Bisa-bisa dituker ama otak udang nantinya. Nggak lah yauw!
Sebagai remaja muslim yang imut, rajin menabung dan tidak sombong, kita harus berjuang tak kenal lelah untuk membebaskan diri dari cengkeraman budaya barat yang sekuler. Jangan sampe kita terjebak dan terjerumus dalam lingkaran remaja instan. Caranya,
Pertama, Islam ngajarin kita untuk menjauhi kegiatan gak bermutu. Rasul saw bersabda: “Sesungguhnya setengah dari kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak memberikan manfaat kepadanya” (HR. Malik, Ahmad, dan Thabrani)
Imam Asy Syaithibi menjelaskan “Hiburan, permainan, dan bersantai adalah mubah asal tidak terdapat sesuatu yang terlarang.” Beliau juga menambahkan bahwasanya hal tersebut adalah tercela dan tidak disukai para ulama, bahkan mereka tidak menyukai seorang laki-laki yang dipandang tidak berusaha untuk memperbaiki kehidupannya di dunia maupun di akherat kelak, karena ia telah menghabiskan waktunya dengan berbagai macam kegiatan yang tidak mendatangkan suatu hasil duniawi maupun ukhrawi.
Kedua, mengaji. Islam mengajarkan kita untuk terus berpikir dan merenung. Banyak kan ayat dalam Alquran yang memerintahkan kita untuk melihat berbagai ciptaan Allah, kemudian memahami bahwa semua itu adalah bukti kekuasaanNya. Islam juga telah melahirkan berbagai aturan yang terpancar dari akidahnya. Kepada aturan itulah kita harus mengikatkan tingkah laku dan kata-kata kita. Karena sebenarnya kalo kita taat pada aturan Allah, maka kebaikan dan pahalanya akan kembali kepada diri kita sendiri. Islam sama sekali nggak ngelarang kita untuk bermain-main dan menikmati hidup. Yang jadi masalah adalah kalo aktivitas main-main itu udah jadi jalan hidup kita. Di sanalah tempat kemalasan berada. Yuk, sama-sama kita lindungi diri kita.
Ketiga, Create Your Own Future. Masa depan kita adalah milik kita. Kita yang merancangnya dari sekarang. Kalo hari gini masih males mikir dan ogah belajar, jangan salahin orang lain kalo masa depan kamu suram. Mengisi waktu dengan mengasah keterampilan dan berpikir untuk masa depan, jauh lebih baik dan mulia dibanding setengah hidup ngurusin pacaran atau nafsu belanja yang nggak ketulungan.
So driser, kalo kita pengen berubah, pertama kali kita benahi cara berpikir kita. Jauh-jauh deh dengan dengan pola pikir instan. Sebaliknya, deket-deket dengan pola pikir islam yang membimbing produktifitas kita untuk kebaikan di dunia dan akherat. Coz thinking is power![Isa]

BOX:
Hati-Hati dengan TiVi!
Makin hari, kehadiran tv udah jadi bagian dari anggota sebuah keluarga. Kotak ajaib ini udah sukses mempengaruhi alam berpikir remaja. Apa yang terjadi di barat sana bisa jadi gambaran buat kita. Remaja Amerika rata-rata menghabiskan waktu 3-4 jam sehari untuk nonton tv. Padahal American Journal for Preventive Medicinememuat hasil sebuah penelitian di Australia yang menyatkan bahwa remaja yang menghabiskan waktunya 2 jam sehari untuk menonton tv atau main komputer akan memeperlihtkan daya tahan tubuh yang lebih buruk dibandingkan dengan teman-temannya yang lain di saat ujian lari. Di inggris, remaja yang menghabiskan waktunya 5 jam sehari untuk menonton tv ternyata lebih rakus dalam mengonsumsi makanan cepat saji alias junk food. Inilah salah satu penyebab obesitas (kegemukan) yang melanda negara-negara barat.
The Daily Best membuat ranking yang bertajuk 24 negera termalas, yang penilaiannya berdasarkan konsumsi kalori, banyaknya waktu tersita untuk menonton tv, perhatian terhadap olah raga, dan penggunaan internet. Dan ternyata Amerika menempati urutan pertama untuk konsumsi kalori (di Amerika banyak orang yang kegemukan karena kerjaannya makan melulu), dan menonton tv (orang Amerika separuh hidupnya habis untuk menonton tv). Nonton tv bukanya nggak boleh, tapi kalo hidup kita dikendalikan tv kita bakal jadi pemalas. So, hati-hati dengan TV![Isa]

0 comment:

Poskan Komentar