Sekretariat Jenderal DPR kembali diduga melakukan pemborosan alokasi anggaran. Kali ini, anggaran untuk pemeliharaan rumah jabatan anggota (RJA) DPR dalam daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) Setjen DPR Tahun 2012 sebesar Rp101,1 miliar. Ini merupakan rilis terbaru yang dikeluarkan Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra).
“Alokasi anggaran untuk Pemeliharaan Rumah Jabatan Anggota Dan Wisma Peristirahatan DPR RI untuk 2011 sebesar Rp50.3 miliar (50.350.972.000), dan untuk anggaran 2012 sebesar Rp98 miliar (98.023.096.000),” kata Koordinator investigasi dan advokasi Fitra Uchok Sky Khadafi, dalam siaran pers, Selasa (10/4).
Uchok menambahkan alokasi anggaran pemeliharaan rumah jabatan anggota dan wisma peristirahatan DPR pada 2012 sebesar Rp98 miliar dipergunakan untuk registrasi kegiatan sebesar Rp2,9 miliar. Alokasi anggaran untuk registrasi dinilai sangat tidak masuk akal.

[D'Rise-#14] Yang namanya kemalasan itu nggak ubahnya seperti monster menyeramkan yang berwujud peri manis yang baik hati. Atau bisa juga kayak serigala bebulu domba. Atau bisa juga seperti musuh dalam selimut. Yaaa, apa aja bolehlah, yang pasti kemalasan sebenarnya adalah suatu hal yang mengerikan, tapi berkamuflase menjadi hal yang menyenangkan. Banyak kawan kita yang tertipu oleh kemalasan ini. Atau jangan-jangan kita sendiri yang udah tertipu olehnya? Wahhh… berabe tuh urusannya!



Generasi Instan Pemuja Kesenangan

Remaja-remaji hari ini makin doyan sama hal-hal yang ringan dan menyenangkan. Imej-imej seperti santai, gaul, funky, cuek, dan urakan melekat erat di tubuh mereka. Ini bukan gosip lho. Tapi fakta yang bisa kita tengok dari kegiatan harian mereka. Diantaranya,
Yang pertama, remaja seneng banget main video game. Ada banyak banget bentuk video game yang bisa kita nikmati. Ada Playstation, Sega, XBOX, Nintendo, atau game online. Apalagi dengan tampilan grafis yang semakin hari semakin bagus, para gamer akan semakin betah duduk berlama-lama di hadapan layar. Mereka penasaran dengan apa yang akan terjadi pada level selanjutnya dan bagaimana tamatnya game itu. Perhatian dan konsentrasi tecurah kepada video game, dan membuat lupa dengan banyak hal lain, termasuk makan, belajar, dan bahkan solat!

Hampir semua elit bangsa kita telah tersesat pikirannya selama berpuluh-puluh tahun tentang segala sesuatu yang ada kaitannya dengan kebijakan dalam menentukan harga BBM.
Mereka mengatakan bahwa kalau harga minyak mentah di pasar internasional lebih tinggi dari harga minyak mentah yang terkandung dalam bensin premium, pemerintah Indonesia memberi subsidi kepada rakyatnya. “Subsidi” yang mereka artikan sama dengan uang tunai yang harus dikeluarkan oleh pemerintah. Karena jumlahnya besar, uang tunai ini tidak dimiliki oleh pemerintah, sehingga APBN jebol.
Dengan angka-angka dikatakan bahwa dalam hal :
• Harga minyak Indonesia di pasar internasionl, Indonesian Crude Price (ICP) USD 105 per barrel;
• Lifting minyak Indonesia 930.000 barrel per hari;
• Konsumsi BBM rakyat Indonesia 63 juta kiloliter per tahun;
• dan beberapa asumsi lainnya,