Serba-serbi remaja semakin lama semakin tidak karuan.  Bukan hanya dari segi penampilan, namun dari attitude (sikap), think (pikiran), en feel (perasaan) mereka.  Sehingga terbentuklah pribadi-pribadi yang 'NOL' semata.  IQ boleh tinggi, akan tetapi ketaatan kepada Allah SWT masih lebih rendah dengan kecintaannya kepada Daniel Radcliffe.  Kecerdasan dan kreativitasnya begitu MANTAP, akan tetapi kerinduannya kepada Baginda Rasulullah SAW lebih rendah dengan kerinduannya kepada Zayn One Republic.  Ditambah lagi, prestasi luar biasa, cakep or cantik, pinter, kaya raya, akan tetapi penghormatan dan kasih sayang kepada kedua orang tuanya masih lebih, lebih rendah dengan kasih sayangnya kepada Kimbum BBF.

Ini bukan cerita dongeng atau cerita pendek semata, tapi inilah fakta yang menghiasi.. maksudnya menodai kehidupan masyarakat di negeri yang katanya 'ku cinta'.  Sudah buanyak sekali fakta dan data yang membuat mata melotot dan mulut kita tebuka lebar melihatnya.  Misal, sedikitnya 56 persen remaja Kota Bandung pada rentang usia 15 hingga 24 tahun sudah pernah berhubungan seks atau making love (ML) di luar nikah. Hubungan seks dilakukan dengan pacar, teman, dan pekerja seks komersial.  Hal itu terungkap dalam workshop hasil baseline survei pengetahuan dan perilaku remaja Kota Bandung oleh 25 Messenger Jawa Barat di Wisma PKBI Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Selasa (12/8).  (ceritakan.com)

Bukan hanya itu, budaya hedonis telah bertransformasi menjadi beberapa aktivitas yang laghwun (sia-sia) bahkan terkategori maksiat di kalangan remaja.  Seperti pesta minuman keras, suntik menyuntik, dugem (dunia gembel), hingga mengkonsumsi obat penenang jiwa dan pikiran (maksudnya NARKOBA).  Sekarang, berpikirlah kita sebagai manusia yang diciptakan oleh Allah SWT berupa akal sehat.  Berbeda dengan hewan, tumbuhan, dan makhluk lainnya.  Kita istimewa.  Mampu berpikir mana yang haq dan bathil.  Mampu merasakan mana yang halal dan haram.  Manakah yang lebih kita pilih budaya hedonis atau Allah SWT ?
http://ervakurniawan.files.wordpress.com/2011/10/cahaya.jpgKetika malam hari menjelang... betapa cahaya begitu berarti bagi kehidupan.  Tanpa adanya cahaya, dunia terasa sepi dan hilang entah kemana.  Begitu gelap dan sangat gelap.  Hingga pada suatu saat, dunia seakan tidak ada kehidupan..

Bayangkan, betapa bersyukurnya kita diberikan cahaya oleh Allah SWT.  Jika tidak ada cahaya, bagaimana kehidupan dapat berjalan ? Tanpa cahaya, bagaimana manusia dapat memenuhi kebutuhan hidupnya ? Dan tanpa cahaya, bagaimana manusia dapat melihat keindahan dan keajaiban dunia di sekelilingnya ? Inilah luar biasa kekuatan cahaya bagi kehidupan.  Begitu berharga..

Sekarang, bayangkan apabila kegelapan datang dan menutupi kehidupan kita.  Kecelakaan, pencurian, kejahatan, dan hal-hal negatif lainnya akan mungkin terjadi.  Dengan cahaya, mata kita dapat melihat mobil yang sedang berjalan.  Dengan mata, kita dapat melihat sikap dan diri seseorang.  Apakah dia akan berbuat jahat atau kebaikan ? Dengan begitu, kita terbantu untuk menjaga dan melindungi diri dan orang-orang disekitar kita.

http://hourex150l.files.wordpress.com/2011/05/sujud.jpgAllah SWT berfirman : “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu.” (QS. Ibrahim: 7).

 Dengan mendengar ayat ini, sudah sepantasnya kita bersyukur dengan apa yang Allah SWT persembahkan kepada manusia.  Mulai dari nikmat hidup, bernafas, sehat, dan masih banyak lagi nikmat yang tak dapat dihitung dengan jari.  Mulai dari yang terkecil hingga terbesar.  Mulai dari nikmat yang sering kita lupakan hingga yang paling sering kita ingat dan bangga-banggakan.  Seperti inilah nikmat.  Terkadang terasa sederhana namun lupa kita syukuri keberadaannya.

It's time for Hisab !


Sekarang, inilah waktunya menghisab diri kita.  Sudah sajauh mana kita memanfaatkan nikmat yang telah Allah SWT berikan untuk jalan kebenaran.  Atau sudah sejauh mana kemaksiatan yang kita lakukan dengan kenikmatan tersebut.  Cobalah kita mengingat perkataan Umar Al-Khattab RA,