Oleh: Roni Ruslan

 Tradisi Mudik
Konon mudik berasal dari kata udik, istilah orang Betawi yang berarti pulang ke udik atau pulang ke kampung. Istilah ini pada awalnya diperuntukkan bagi mereka yang berasal dari luar pulau Jawa yang bekerja dan menetap di kota lalu mereka kembali ke kampung mereka pada saat menjelang lebaran Idul Fitri.
Bagi Muslim tradisi mudik tahunan yang diisi dengan kunjung mengunjungi, silaturahmi dan saling bermaaf-maafan merupakan tradisi yang lahir dari pemahaman Islam. Rasulullah SAW bersabda; ‘zur ghibban tazdad hubbab’ – Berkunjunglah tidak terlalu sering, maka akan bertambah kecintaan- (Syu`bul Iman lil-Baihaqi). Demikian pula dengan hadits Nabi SAW “Maukah kalian aku tunjukkan amal yang lebih besar pahalanya daripada shalat dan shaum?” Sahabat menjawab, “Tentu saja!” Rasulullah pun kemudian menjelaskan, “Engkau damaikan yang bertengkar, menyambungkan persaudaraan yang terputus, mempertemukan kembali saudara-saudara yang terpisah, menjembatani berbagai kelompok dalam Islam, dan mengukuhkan ukhuwah di antara mereka, (semua itu) adalah amal shalih yang besar pahalanya. Barangsiapa yang ingin dipanjangkan usianya dan dibanyakkan rezekinya, hendaklah ia menyambungkan tali persaudaraan” (HR Bukhari-Muslim).



Oleh Kiran Randhawa
Dua siswa remaja memberitahu kerabatnya hari ini bagaimana mereka meninggalkan rumah mereka di London untuk bergabung dengan para pejuang yang melawan tentara Presiden Bashar Assad di Suriah “di mana bom jatuh seperti hujan di atas kepala Anda “.
Kedua remaja itu, yang sama-sama berusia 19 tahun, keturunan Suriah dan lahir di London barat, mengatakan kepada keluarga mereka bahwa mereka sedang pergi berlibur. “Di Suriah kami tidak berusaha mendapatkan mobil mewah atau rumah besar. Kami berjuang untuk kebebasan “. Abu mengatakan bahwa keduanya bergabung dengan unit yang berafiliasi dengan Tentara Pembebasan Suriah dan diberi pelatihan hanya beberapa menit tentang cara menembakkan pistol.
PBB memperkirakan bahwa lebih dari 18.000 orang telah tewas dalam apa yang kemudian menjadi perang saudara setelah negara merespon dengan tindak kekerasan atas protes damai di jalan yang kemudian memicu pemberontakan bersenjata.
Bentrokan pecah di Damaskus pada hari ini saat pasukan pemerintah Suriah menembakkan mortir pada posisi pemberontak dalam apa yang mereka digambarkan sebagai pertempuran terberat di ibukota dalam bulan ini.

HTI-Press. Penguasa sekuler Indonesia memang benar-benar tidak sungguh-sungguh menjaga nyawa rakyatnya.  Meskipun sudah dipastikan kecelakaan akan meningkat dalam ‘ mudik lebaran, pemerintah tidak melakukan tindakan yang nyata untuk menghentikan ‘pembunuhan masal ini. Hasilnya, hanya dalam beberapa hari ,kembali terulang 820 nyawa melayang selama mudik lebaran.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melaporkan jumlah kecelakaan lalu lintas nasional hingga pukul 07.00 kemarin mencapai 4.700 kasus dengan total korban meninggal dunia 820 jiwa. Jumlah itu naik hampir 100 orang jika dibandingkan dengan sehari sebelumnya.
Korban luka berat tercatat 1.366 orang dan 4.474 orang mengalami luka ringan. “Kerugian materi dari rekapitulasi data kecelakaan nasional mencapai total Rp8,95 miliar,” ungkap Ketua Posko Tingkat Nasional Angkutan Lebaran Terpadu 2012 Djoko Sasono, di Jakarta, kemarin (25/8).