Al-Azhar
pada khususnya, dan Mesir pada umumnya, tidak seindah yang kita
bayangkan. begitu juga sebaliknya, tidak seseram yang kita bayangkan.
Manis pahit kehidupan pasti akan dirasakan oleh setiap mahasiswa yang
kuliah di sini. Baik dari segi akademis maupun dari segi kehidupan
sehari-hari.
Mesir,
khususnya Al-Azhar menyimpan khazanah keilmuan yang sangat melimpah.
Maka sangat wajar jika Al-Azhar selalu diminati oleh setiap orang dari
berbagai negara. Menurut data statistik yang ada, mahasiswa Indonesia
saja yang kuliah di Mesir mencapai angka 5000 orang, dengan prosentase
sekitar 90% kuliah di Al-Azhar, sedangkan sisasanya kuliah di
universitas lainnya, seperti Universitas Kairo (Cairo University),
Universitas Ainun Syams (Ainun Syams University), Universitas Zamalek,
dan universitas lainnya.
Selain
itu juga, negara Mesir sering disebut sebagai gudangnya ilmu, karena
memang di Mesir berbagai cabang ilmu ada, bahkan referensi berbentuk
literature sangat banyak. Dari mulai aliran kanan sampai aliran kiri,
berkembang disini. Bahkan pergerakanpun sangat beragam. Dari mulai
gerakan Ikhwanul Muslimin, Anshor Sunnah, JT, HT, salafi, sampai orang
liberalpun banyak. Dan tokoh-tokohnyapun selalu giat menyebarkan
pemahamannya. Seperti Ust. Muhammad mahdi Akif (dari IM), DR. Hasan
Hanafi (tokoh yang pemikirannya liberal), Syekh Hassan Ayuub, dll.

