Pengusaha, sebuah pekerjaan yang pasti tidak asing lagi di telinga kita.  Pekerjaan yang unik dan menghasilkan keuntungan yang tidak bisa diremehkan.  Berbagai macam bentuk usahanya pun beragam.  Ada yang menjadi pengusaha makanan, fashion, rumah, bahkan pengusaha barang daur ulang.  Kalau dilihat dari omsetnya, rata-rata 10 juta sampai mencapai 5 milyar per bulan.  
Luar biasa.  

Tidak heran banyak masyarakat sekarang yang berbondong-bondong merubah karirnya menjadi pengusaha.

Namun, ditengah profesi yang mempunyai keuntungan “menggiurkan” ini, banyak juga permasalahan kompleks yang terus mengotori dunia pengusaha.  Mulai dari ketidakjujuran dalam berdagang, penipuan, money game, dan berbagai sikap buruk lainnya.  Tidak heran, banyak pengusaha yang secara “kasat mata” untung, punya harta banyak, namun merugikan banyak orang.

Seperti kasus money game misalnya.  Ini merupakan salah satu problem besar yang dapat merugikan banyak orang.  Ini dimulai dari seorang pengusaha yang mencari banyak investor dan menawarkan untuk berinvestasi di usahanya.  Kemudian, pengusaha ini akan menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat dengan usaha yang amat minimal kepada para investornya.  Namun kenyataannya dalam kasus ini, investor tidak sama sekali mendapatkan keuntungan dari apa yang diinvestasikannya.  Malah, mereka hanya “gigit jari” akibat iming-imingan keuntungan besar yang diinginkan hilang seketika.

UPDATE DARI GAZA: Foto diambil jumat pagi  (16/11) Menunjukkan dampak serangan Zionis Israel  di Jalur Gaza .. Lebih dari 400  serangan udara menghantam Gaza dalam 48 jam terakhir. Pesawat tempur Israel menyerang Gaza Utara (Bit-Lahiya, Jabalia dan Nasser St) dengan jenis baru bom (bom Perkusi)  yang bisa merusak bangunan dengan dahsyat. Data Korban yang terbaru : 22 muslim Palestina syahid dan lebih dari 252 orang yang cedera.  

Oleh: Roni Ruslan

 Tradisi Mudik
Konon mudik berasal dari kata udik, istilah orang Betawi yang berarti pulang ke udik atau pulang ke kampung. Istilah ini pada awalnya diperuntukkan bagi mereka yang berasal dari luar pulau Jawa yang bekerja dan menetap di kota lalu mereka kembali ke kampung mereka pada saat menjelang lebaran Idul Fitri.
Bagi Muslim tradisi mudik tahunan yang diisi dengan kunjung mengunjungi, silaturahmi dan saling bermaaf-maafan merupakan tradisi yang lahir dari pemahaman Islam. Rasulullah SAW bersabda; ‘zur ghibban tazdad hubbab’ – Berkunjunglah tidak terlalu sering, maka akan bertambah kecintaan- (Syu`bul Iman lil-Baihaqi). Demikian pula dengan hadits Nabi SAW “Maukah kalian aku tunjukkan amal yang lebih besar pahalanya daripada shalat dan shaum?” Sahabat menjawab, “Tentu saja!” Rasulullah pun kemudian menjelaskan, “Engkau damaikan yang bertengkar, menyambungkan persaudaraan yang terputus, mempertemukan kembali saudara-saudara yang terpisah, menjembatani berbagai kelompok dalam Islam, dan mengukuhkan ukhuwah di antara mereka, (semua itu) adalah amal shalih yang besar pahalanya. Barangsiapa yang ingin dipanjangkan usianya dan dibanyakkan rezekinya, hendaklah ia menyambungkan tali persaudaraan” (HR Bukhari-Muslim).