https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjtReW8h0vTDWL5o_hqounfKGLXKPhvpX2pdwcTB8oRLy4Bhvgxh8LUSTyMPmioq7I9EIhusjj86zG7emc34DtbsX9hXGkz9aOSOxOWlo7OmYqouhNqCvNJwxHTOB7VQMn8i3IEEU4aQG4/s1600/2-nationalism.jpgSekitar 14 abad yang lalu, telah berdiri sebuah Negara adidaya yang menjadikan aqidah Islam sebagai landasan berdirinya. Sebuah Negara yang mampu menyatukan manusia dalam bingkai ukhuwah atas dasar aqidah, yakni aqidah Islam. Itulah Daulah Islam (Negara Islam), yang diproklamirkan oleh Rasulullah SAW di Madinah Al-Munawarah yang kemudian diteruskan oleh para penerus estafet kepemimpinan kepala Negara tersebut dimulai dari masa Khulafaur Rasyidin hingga berakhir pada masa Khilafah Ustmani pada tanggal 3 maret 1924 silam.

Sejak runtuhnya institusi Khilafah pada 1924 itulah yang mengakibatkan umat Islam yang berjumlah 1,57 milyard hidup dengan kondisi terkotak-kotak atas nama nation-stateatau Negara bangsa. Akibatnya, tiap-tiap individu umat Islam tidak saling menyatu baik dalam perasaan, pemikiran maupun system/aturan, sehingga lenyaplah kehidupan Islam yang berlandaskan atas aqidah dan syariah Islam di dalam kehidupan mereka dalam bermasyarakat. 

Fakta tentang rencana ketahanan pangan
Sebulan terakhir kembali digembar-gemborkan tentang proyek pemerintah mengenai ketahanan pangan. Berulang kali Presiden SBY melakukan selebrasi mengenai keberhasilan atas panen demi menggapai posisi Indonesia menjadi salah satu sumber pangan dunia.





Data BPS:
Provinsi
Jenis Tanaman
Tahun
Luas Panen(Ha)
Produktivitas(Ku/Ha)
Produksi(Ton)
IndonesiaPadi2006
11 786 430
46,20
54 454 937
IndonesiaPadi2007
12 147 637
47,05
57 157 435
IndonesiaPadi2008
12 327 425
48,94
60 325 925
IndonesiaPadi2009
12 883 576
49,99
64 398 890
IndonesiaPadi2010
13 253 450
50,15
66 469 394
IndonesiaPadi2011
13 224 379
49,44
65 385 183
Sedangkan Impor Beras sebagai kebutuhan pokok belum memadai.Dimana volume surplus beras secara nasional hanya 4,1 juta ton. Padahal konsumsi beras dalam sebulan mencapai 2,7 juta ton. Artinya surplus beras hanya mampu untuk bertahan selama 2-3 bulan.
Kata pahlawan menurut kamus besar bahasa Indonesia berasal dari dua kata, bahasa sangsekerta, pahla dan wan. Pahla berarti buah, sedangkan wan bermakna sebutan bagi orangnya (bersangkutan). Dulu gelar pahlawan diberikan kepada siapa saja yang mati di medan pertempuran baik mati karena membela bangsa dan negaranya maupun agamanya. Namun di era modern ini gelar pahlawan menjadi lebih luas dan tidak ada batasan yang jelas. Misalnya para Tenaga Kerja Wanita (TKW) disebut sebagai para pahlawan devisa. Guru yang mengajar disekolah diberi gelar pahlawan tanpa tanda jasa. Bahkan seorang pria ataupun wanita yang bekerja membanting tulang demi menghidupi keluarganya disebut sebagai pahlawan keluarga. Karena tidak adanya batasan dari makna pahlawan ini, sempat terjadi perdebatan dikalangan tokoh negeri ini tentang layak kah soeharto, presiden kedua republik ini diberi gelar pahlawan nasional?
Namun secara umum dapatlah disimpulkan bahwa pahlawan adalah seseorang yang telah berjuang mengorbankan waktu, jiwa dan raganya demi kebaikan orang banyak.
Jika dinisbatkan kepada Islam “Pahlawan Islam” berarti seorang muslim yang berjuang mengorbankan waktu, jiwa dan raganya demi kebaikan (kemuliaan) Islam dan umatnya. Dalam terminology Islam, seorang muslim atau muslimah yang mati karena membela kehormatan diri, harta, nyawa dan agamanya disebut syahid. Bahkan orang yang mati disebabkan tenggelam atau terkena penyakit dapat pula disebut syahid termasuk seorang ibu yang wafat dalam proses melahirkan.